Didi Kempot Juga ''Terhubung'' dengan Kejayaan AC Milan

5 Mei 2020, 12:45 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Didi Kempot, maestro campur sari yang wafat di Solo pada Selasa, 5 Mei 2020.
Didi Kempot, maestro campur sari yang wafat di Solo pada Selasa, 5 Mei 2020. /Twitter.com/didikempotid

  • Didi Kempot yang wafat dan meninggalkan duka bagi penggemarnya di Indonesia memiliki kemiripan dengan AC Milan.
  • Saat berjaya pada era 1990-an, AC Milan mengandalkan trio Belanda berdarah Suriname, negara 'kedua' bagi Didi Kempot.
  • Suriname yang ada di kawasan Amerika Selatan sangat kental dengan Didi Kempot, karena banyak fan sang maestro di negara kecil itu.

SKOR.id - Selasa (5/5/2020) pagi, Didi Kempot dinyatakan wafat di Rumah Sakit Kasih Ibu, Kota Solo dan kabar duka ini langsung merebak ke seluruh nusantara.

Sebab, Didi Kempot adalah penyanyi campursari kenamaan asal Solo yang dua tahun terakhir namanya kembali moncer.

Meski lagu-lagu putra pelawak Ranto Edi Gudel ini mayoritas liriknya memakai Bahasa Jawa, penggemarnya tak hanya terbatas tetapi cukup luas di Indonesia bahkan mancanegara.

Didi Kempot adalah penyanyi asal Indonesia dengan status bintang papan atas di Suriname, negara kecil koloni Belanda.

Berita Didi Kempot Lainnya: Didi Kempot Ternyata Salah Satu yang Favorit di PSS Sleman

Sebab, Suriname adalah negara dengan komunitas orang Jawa cukup tinggi. Etnis Jawa ada di posisi keempat dari penduduk keseluruhan negara yang luasnya hanya sekitar 164 kilo meter persegi itu.

Menurut situs Wikipedia, ada 11 bahasa yang dipakai penduduk Suriname dan salah satunya Bahasa Jawa. Bahkan, kepercayaan Kejawen menjadi salah satu agama di negara itu.

Berita Didi Kempot Lainnya: Penyerang PSIS Semarang Usir Rasa Jenuh dengan Lagu-Lagu Didi Kempot

Terkait penduduk keturunan Jawa yang sampai kini mendiami dan melestarikan budaya asal leluhurnya itu, mereka datang sejak akhir abad 19.

Pemerintahan Kolonial Belanda yang menguasai Indonesia atau saat itu Hindia Belanda mengirim penduduk Jawa ke Suriname sebagai buruh.

Perpindahan penduduk ini membuat orang-orang itu sampai kini mendiami negara tersebut. Bahkan, beberapa penduduk asli Jawa yang meninggalkan Suriname memilih move ke negara induknya, Belanda.

Namun, mereka yang memiliki darah Jawa selalu menyukai seni budaya nenek moyangnya. Jalur ini yang membuat Didi Kempot sangat terkenal di negara itu.

Sejak 1990-an, Didi Kempot sudah sering ke Suriname untuk konser. Bahkan, Didi Kempot bisa diklaim lebih dulu booming di Suriname daripada Indonesia.

Bahkan, Didi Kempot memiliki sejumlah hits lagu yang bertema Suriname, salah satunya berjudul Angin Paramaribo dan dia ciptakan jauh sebelum era 2000-an.

Paramaribo merupakan ibu kota dari Suriname, kota yang sering menggelar konser Didi Kempot dan selalu dipadati rakyat negara itu terutama yang berdarah keturunan Jawa.

Baca Juga: PSIS Semarang Juara Perserikatan 1987 Bukan karena Si Jago Becek

Lantas, apa hubungan Didi Kempot dengan AC Milan? Pastinya tidak ada atau belum terungkap. Namun yang pasti, AC Milan pernah jaya di Eropa 'karena' Suriname.

Kenapa Suriname? Saat AC Milan berjaya pada era akhir 1980-an sampai 1990-an, mereka memiliki trio Belanda atas nama Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten.

Dari tiga nama ini, dua pesepak bola AC Milan asal Belanda yaitu Gullit dan Rijkaard adalah pemain dengan darah kental Suriname.

Kala itu, mereka jadi kekuatan AC Milan tak hanya menjuarai Serie A Liga Italia dengan meraih scudetto tetapi juga memenangi Liga Champions sampai Piala Intercontinental (sekarang Piala Dunia Klub).

Dalam sebuah tulisan dari soccerfootballwhatever.blogspot.com, selain duo Gullit dan Rijkaard banyak pemain Belanda yang asli Suriname ada di papan atas pentas sepak bola dunia.

Baca Juga: 8 Pelatih Belanda untuk Klub Liga Indonesia, 2 Nama Tangani Skuad Garuda

Bahkan setelah era trio Belanda edisi 1990-an, AC Milan juga sempat memakai jasa pemain Belanda dengan yang juga berdarah Suriname dengan status bintang, Patrick Kluivert serta Edgar Davids.

Berikut ini adalah pilihan dari 23 anggota timnas Belanda yang berdarah Suriname sepanjang masa termasuk para pemain yang disebut di atas tadi:

Kiper:

Stanley Menzo, kiper ini menghabiskan lebih dari 10 tahun bersama klub elite Liga Belanda, Ajax. Dia juga bermain dengan PSV Eindhoven, Lierse SK (Belgia) dan Girondins de Bordeaux (Prancis).

Untuk timnas Belanda, dia memiliki enam caps. Menzo pergi ke Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1992 sebagai penjaga gawang cadangan timnas Belanda.

Michel Vorm, dia memulai kariernya dengan FC Utrecht pada 2005 dan bermain untuk mereka hingga 2011. Dia bermain untuk Swansea antara 2011 dan 2014.

Vorm pindah ke Tottenham Hotspurs pada 2014. Sejak 2008, dia bermain 15 kali untuk timnas Belanda, termasuk jadi kiper cadangan pada Piala Dunia 2010 dan 2014.

Kenneth Vermeer, kiper yang cukup lama berkarier untuk Ajax. Pada 2014, dia mengejutkan dunia sepak bola dengan bergabung dengan rival Ajax, Feyenoord.

Vermeer adalah pemegang rekor timnas Belanda saat ini untuk kiper beruntun terpanjang tanpa kebobolan dalam pertandingan, setelah cleansheet sejak debutnya pada 2012.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Gelandang Incaran AC Milan, Dominik Szoboszlai

Belakang

Michael Reiziger adalah bek kanan anggota generasi emas dari Ajax yang memenangi Liga Champions pada 1995. Setelah bertugas singkat dengan AC Milan, ia pindah ke Barcelona pada 1997.

Pada 2004, Reiziger pindah ke Middlesbrough dengan status bebas transfer. Dia bermain 70 kali untuk timnas Belanda, mewakili negaranya dalam tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1998.

Mario Melchiot, sama dengan Reiziger posisinya dan lahir pada tahun 1976, Dia juga alumni akamedi Ajax. Melchiot melakukan debut seniornya pada 1996, tetapi puncak karirnya dihabiskan bersama Chelsea antara 1999 sampai 2004.

Dia juga bermain untuk Rennes, Birmingham City, dan Wigan. Melchiot 20 kalo membela timnas Belanda dan main pada Piala Eropa 2008.

Frank Rijkaard, gelandang bertahan dan juga bek tengah elegan serta salah satu pemain terpenting timnas Belanda pada masanya. Dia membela timnas Belanda 73 kali.

Rijkaard memenangi Piala Eropa 1988 di Jerman (Barat). Dia bermain untuk Ajax dan AC Milan.

Frank Rijkaard dan Ruud Gullit (kanan), dua anggota inti timnas Belanda saat juara Euro 1988.
Frank Rijkaard dan Ruud Gullit (kanan), dua anggota inti timnas Belanda saat juara Euro 1988.

Virgil van Dijk, bek tengah ini memulai karier bersama klub Liga Belanda, FC Groningen sebelum pindah ke Celtic pada 2013. Van Dijk bergabung dengan Southampton sebelum menandatangani kontrak dengan Liverpool pada 2018.

Saat itu, nilai transfernya ke Liverpool senilai 75 juta pound atau biaya transfer rekor dunia untuk pemain bertahan.

Humphrey Mijnals, pemain ini lahir di Suriname dan dia menjadi pemain asal Suriname pertama yang bermain untuk timnas Belanda. Dia memulai karier profesionalnya di Brasil bersama America Futebol Clube.

Pada tahun 1956, dia bermain untuk USV Elinkwijk di Belanda. Dia membuat timnasnya melawan Bulgaria pada 1960.

Winston Bogarde, bek tengah ini punya 20 pertandingan untuk timnas Belanda. Dia adalah anggota generasi emas dari Ajax yang memenangi Liga Champions pada 1995.

Bogarde mewakili Belanda pada Euro 1996 dan Piala Dunia 1998. Dia bermain sebentar untuk AC Milan. Pada 1998, ia bergabung dengan kontingen Belanda di Barcelona lalu setelah itu pindah ke Chelsea.

Baca Juga: Persija Sukses Juara Perserikatan Terakhir dengan Gaya Main Ala Timnas Italia

Wilfred Bouma, lelaki ini dilahirkan pada 1978. Wilfred Bouma memainkan sebanyak 37 pertandingan untuk Belanda antara 2000 sampai 2012.

Dia bermain pada tiga Piala Eropa: 2004, 2008, dan 2012. Tetapi, dia tidak pernah bermain untuk Piala Dunia. Dari 1994 hingga 2005, ia bermain untuk PSV Eindhoven untuk memenangi Eredivisie pada 2000, 2001, 2003 dan 2005.

Pada 2005, ia pindah ke Aston Villa, di mana ia memiliki karier yang sukses sebelum kembali ke PSV.

Gelandang

Edgar Davids, pemain ini saat aktif dikenal luas dengan julukan Pitbull. Edgar Davids adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia.

Dia memenangkan Liga Champions dengan Ajax pada tahun 1995. Dia bermain sebanyak 74 kali untuk timnas Belanda dan pemain penting negaranya pada Piala Dunia 1998 yang mencapai semifinal.

Pada level klub, dia juga menghabiskan tujuh musim bersama Juventus pada puncak karirnya. Ia juga bermain untuk Tottenham Hotspurs, Barcelona, ​​dan AC Milan.

Nigel De Jong, dia dikenal sebagai gelandang bertahan tangguh. Nigel De Jong membuat namanya tenar bersama dengan Ajax, Hamburger SV, dan Manchester City.

Saat membela Manchester City, ia membantu klub untuk memenangi Liga Inggris pertama mereka. Dia pindah ke AC Milan pada 2012 dan menghabiskan tiga setengah tahun.

Dia juga bermain untuk Galatasaray, LA Galaxy, dan Maniz 05. Dia adalah anggota reguler timnas Belanda sejak 2004 termasuk pada Piala Dunia 2006.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Gelandang Incaran AC Milan, Dominik Szoboszlai

Orlando Engelaar, pesepak bola jangkung dengan tinggi badan 196 cm dan bisa kain pada tiga posisi: gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun bek tengah.

Engelaar bermain untuk banyak klub, termasuk NAC, Racing Genk, Twente, Schalke 04, PSV Eindhovern, dan Melbourne Heat. Untuk karir internasional, dia bermain 14 kali antara 2007 dan 2010 termasuk pada Piala Eropa 2008.

Clarence Seedorf, geladang tengah yang piawai dimainkan pada penyerang sayap kiri adalah pemain pertama yang memenangi tiga gelar Liga Champions dengan tiga klub berbeda.

Dia adalah anggota generasi emas dari Ajax yang memenangi Liga Champions pada 1995. Pada 1996, dia pindah ke Real Madrid dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai bintang.

Seedorf memenangi dua gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Dia kemudian bermain untuk AC Milan dan Inter Milan, memenangi dua gelar Liga Champions bersama AC Milan.

Dia adalah pemain kunci untuk timnas Belanda dari 1994 hingga 2008.

Aron Winter, penyerang sayap kanan ini lahir di Suriname dari latar belakang etnis yang unik. Aron Winter adalah keturunan India dan Cina.

Dia memulai kariernya dengan Ajax, di mana dia bermain dari 1986 hingga 1992. Dia menjejali Lazio di puncak Serie A pada awal 1990-an.

Winter kemudian bermain untuk Inter Milan antara 1996 dan 1999. Untuk timnas Belanda, dia adalah anggota reguler skuad de Oranje.

Lelaki kalem ini bermain sebanyak 84 kali dan menjadi bagian dari timnas Belanda yang juara Euro 1988.

Baca Juga: Demi Tampil di Olimpiade 2020, Sun Yang Lakukan Banding ke CAS

Penyerang

Gerald Vanenburg, selama 1990-an, lelaki ini membentuk kemitraan berbahaya dengan Marco Van Basten dan Wim Kieft di Ajax. Dia akan bergabung dengan PSV pada 1986.

Vanenburg kemudian bermain di Jepang, Jerman, dan Prancis. Untuk tim nasional, ia adalah bagian dari generasi emas timnas Belanda yang memenangi Piala Eropa 1988. Ia bermain untuk Belanda 42 kali.

Gaston Taument, second striker ini 14 tahun karier profesionalnya bersama Feyenoord. Dia mengumpulkan total laga Eredivisie sebanyak 204 pertandingan dan 45 gol selama sembilan musim.

Dia membintangi klub bersama Regi Blinker. Taument mendapat 15 caps untk timnas Belanda dan main pada Piala Dunia 1994 serta Euro 1996.

Bryan Roy, bermain untuk Ajax pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Dia memenangi Piala UEFA pada 1992 bersama Ajax.

Roy lalu pergi bermain dengan Foggia di Serie A Liga Italia pada 1992, ketika Ajax memutuskan untuk mempromosikan pemain muda mereka. Dia kemudian bermain untuk Nottingham Forrest, Hertha Berlin, dan NAC.

Biaya transfernya ke Nottingham Forest adalah rekor klub. Di tingkat internasional, ia bermain sebanyak 32 kali untu Belanda dan bermain pada Piala Dunia 1990 dan 1994, plus Piala Eropa 1992.

Regi Blinker, penyerang sisi kini ini bermain untuk Feyenoord antara 1986 dan 1996. Dia dikenal karena kemitraannya dengan Gaston Taument di Feyenoord.

Baca Juga: Jersey Egy Maulana Vikri Terjual Rp20 Juta

Blinker kemudian bermain untuk Sheffield Wednesday, Celtic, RBC, dan Sparta Rotterdam. Dia hanya punya 3 caps untuk Belanda antara 1993 dan 1994.

Ruud Gullit, gelandang serang elegan, karismatik, dan ikon timnas Belanda pada masanya. Dia kapten timnas Belanda saat juara Euro 1988.

Pada tahun 1987, ia pindah dari PSV Eindhoven ke AC Milan dengan biaya transfer rekor dunia. Dia adalah pemain penting bagi AC Milan selama 1980-an

Gullit adalah Pemain Terbaik Eropa 1987 dan Pesepak Bola Terbaik Dunia 1987 serta 1989. Dia menghabiskan satu musim dengan Sampdoria untuk memenangi Piala Italia pada 1994, kemudian, tiga musim lagi dengan Chelsea.

Pierre Van Hooijdonk, dia bermain untuk banyak klub dalam kariernya. Tugas terpanjangnya adalah dengan NAC Breda, Nottingham Forrest, Feyenoord, dan Celtic.

Antara 1994 dan 2004, ia bermain lebih dari 40 kali untuk timnas Belanda, terlepas dari kenyataan bahwa ia bermain pada generasi yang sama dengan Patrick Kluivert, Jimmy Floyd Hasselbaink, Roy Makaay, dan Ruud Van Nistelrooy.

Baca Juga: Patrice Evra Mengaku Sempat Ingin Pukul Luis Suarez  

Jimmy Floyd Hasselbaink adalah pemain akhir di mana ia bermain dengan klub-klub kecil sampai ia pindah ke Portugal pada 1995. Mantra terbaiknya mungkin di Inggris bersama Leeds United dan Chelsea.

Dia adalah pemenang Sepatu Emas Premier League pada 1998-1999 dan 2000-2001. Dia hanya bermain 23 kali untuk Belanda karena saat itu de Oranje sarat dengan pemain depan bagus saat puncak karir Jimmy.

Patrick Kluivert, dia adalah bintang remaja dari tim Ajax yang hebat pada 1995 dan mencetak gol kemenangan klubnya pada final Liga Champions 1996.

Dia juga bintang saat gabung Barcelona. Dia bergabung dengan AC Milan pada 1997, tetapi dia dengan cepat pergi ke Barcelona satu musim kemudian.

Dia memiliki kesuksesan yang relatif di klub, tetapi berangkat ke Newcastle United pada 2004. Dia adalah bagian dari timnas Belanda dari 1996 hingga 2004.

 

  • Sumber: soccerfootballwhatever.blogspot.com/
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Liga Italia

    Minggu, 3 Mei 2020

    AC Milan Ajukan Penawaran untuk Dapatkan Luka Jovic

    Jovic dan Rebic memang menjadi duet maut selama membela Frankfurt dengan gelontoran gol demi gol.

    Liga Italia

    Minggu, 3 Mei 2020

    Carlo Ancelotti Dukung Penuh Ralf Rangnick Tangani AC Milan

    Pelatih Everton, Carlo Ancelotti, setuju jika Ralf Rangnick menjadi pelatih baru AC Milan walau dia bukan orang Italia.

    Liga Italia

    Minggu, 3 Mei 2020

    Carlo Ancelotti Bandingkan Tiga Komposisi AC Milan Asuhannya

    Carlo Ancelotti dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Salah satu periode terbaiknya adalah saat melatih AC Milan.

    Liga Italia

    Minggu, 3 Mei 2020

    Kode Transfer dari Theo Hernandez: Tolak PSG karena Betah di AC Milan

    Bek AC Milan, Theo Hernandez, disebut telah mengirim pesan kepada klub peminatnya, Paris Saint-Germain (PSG).

    Terbaru

    Liga Italia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Rafael Leao: Saya Tersanjung dengan Ketertarikan Real Madrid

    Bintang AC Milan, Rafael Leao, senang mendengar ketertarikan Rea Madrid.

    Liga Italia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Real Madrid Tawar Rafael Leao Rp1,9 Triliun, AC Milan Bilang Masih Kurang

    Real Madrid dikabarkan sudah mengajukan tawaran fantastis untuk bintang AC Milan, Rafael Leao.

    Liga Italia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Alexis Sanchez Tinggalkan Inter Milan, Sevilla Siap Menampung

    Penyerang asal Cile tersebut tak mendapat tempat reguler di bawah asuhan Simone Inzaghi.

    Liga Italia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Legenda Inter Milan Bilang Paulo Dybala Tak Cocok untuk AS Roma

    Paulo Dybala dihubungkan dengan beberapa tim termasuk Inter Milan dan AS Roma.

    Liga Italia

    Kamis, 26 Mei 2022

    Nicolo Zaniolo Naik Vespa Legend AS Roma, Rayakan Gelar Conference League

    Nicolo Zaniolo rayakan gelar dengan naik vespa legend AS Roma.

    Liga Italia

    Kamis, 26 Mei 2022

    Inter Milan Tunggu Jawaban Henrikh Mkhitaryan, Transfernya Bakal Gratis

    Inter Milan tertarik dengan gelandang AS Roma, Henrikh Mkhitaryan.

    Liga Italia

    Kamis, 26 Mei 2022

    Zlatan Ibrahimovic Bakal Absen 7-8 Bulan setelah Operasi Lutut

    Zlatan Ibrahimovic menyampaikan pesan melalui instragram setelah operasi lutut.

    Liga Italia

    Kamis, 26 Mei 2022

    Gelandang Inter Milan Marcelo Brozovic Bantah Pernah Selingkuh dengan Wanda Icardi

    Gelandang Inter Milan, Marcelo Brozovic, membantah pernah berselingkuh dengan Wanda Nara, yang merupakan istri dari mantan rekan setimnya di Inter Milan, Mauro Icardi.

    Liga Italia

    Rabu, 25 Mei 2022

    Inter Milan Bakal Kehilangan Bintang Lagi di Musim Panas

    Alessandro Bastoni, Milan Skriniar, dan Lautaro Martinez termasuk yang memiliki value paling tinggi.

    Liga Italia

    Rabu, 25 Mei 2022

    AC Milan Rebut Scudetto, Gianluigi Donnarumma Kirim Pesan

    Kiper PSG itu mengucapkan selamat kepada AC Milan, yang meraih gelar Serie A Italia 2021-2022.
    X